Salah Jurusan Sesat Di Masa Depan

3681_7069

Siapa sih yang engga pengen punya masa depan yang cerah ? Lulus SMA terus kuliah. Pelajarannya asik, Dosen-dosennya engga ada yang killer, lulus jadi sarjana dengan IPK tinggi, lalu langsung dapet kerja di perusahaan ternama dengan gaji tinggi. Indah rasanya hidup ini kalau semua bisa lancar jaya seperti itu.

Tapi kamu engga usah khawatir, kamu bisa punya masa depan cerah asal kamu merencanakan semuanya dengan baik dari sekarang. Satu dua hambatan pasti ada, tapi itu hal biasa dalam hidup. Yang penting kamu memilih dengan mempertimbangkan kemampuan intelektual dan peluang kerja yang mungkin bisa diperolah kelak. Banyak bertanya itu penting, tapi kamu juga harus ingat bahwa semua itu hanya sebagai bahan pertimbangan. Yang menentukan dan mengambil keputusan kamu sendiri. Jangan asal pilih karena sekedar ikut pilihan teman. Masalah ini bisa jadi bumerang buat kamu. Di satu sisi akhirnya kamu sadar bahwa jurusan tersebut tidak cocok, di sisi lain sudah terlanjur diterima kuliah. Kalau mau keluar dan mencoba ikut SNMPTN kembali berarti pembuangan waktu, tenaga, dan biaya. Belum lagi jika urusan mahalnya biaya kuliah atau masalah ekonomi. Bisa suram deh masa depan kamu.

Lalu bagaimana caranya ? Rumus pertama yang kamu harus inget adalah, yang terbanyak belum tentu yang terbaik. Contohnya jurusan yang paling banyak diminati saat ini adalah jurusan Ekonomi, sementara Jurusan Matematika sepi peminat. Pasti kamu engga tau kalo sarjana matematika justru amat dibutuhkan di dunia penerbangan atau transportasi dan produksi manufaktur.  Mereka memiliki kemampuan untuk menentukan berapa lama waktu delay pada pesawat dan memprediksi jumlah antrean yang bisa terjadi saat terjadi delay.

Atau kamu pasti mengenal Albert Enstein. Ketertarikan dan kepiawaiannya dibidang matematika justru membawanya kebidang Fisika Kuantum. Karena jagoan ngitung, Einstein malah menemukan rumus atau teori baru dibidang fisika yaitu Teori Relativitas dan jadi ngetop karenanya.

Contoh lainnya adalah jurusan kimia atau farmasi. Saat ini mereka juga diperlukan dibidang perbankan dan media periklanan. Dibidang perbankan, orang-orang ini dibutuhkan untuk menilai perusahaan-perusahaan farmasi. Dengan banyaknya penemuan dan terobosan baru dibidang farmasi modern, banyak perusahan farmasi yang membutuhkan pinjaman untuk mengembangkan usahanya. Disinilah orang-orang yang mengerti kima atau farmasi sangat dibutuhkan untuk bisa menilai apakah perusahaan yang mengajukan layak diberi pinjaman. Sementara itu dibidang industri periklanan mereka bisa dipakai sebagai konsultan untuk membantu membuat strategi promosi.

Rumus kedua, buka mata buka telinga, maksudnya mulai sekarang kamu mesti rajin-rajin ngikuti perkembangan dunia. Apa aja yang lagi ngetrend, apa aja yang bakal jadi trend. Asal tau aja kalau banyak sarjana jurnalistik justru banyak diminati bukan oleh perusahaan media berita saja. Mereka diperlukan oleh perusahaan-perusahaan besar untuk ngeblog dan pesbukan atau twitter. Bingung ? ya itu salah satu yang lagi ngetrend sekarang. Berkaitan dengan hal itu kamu pasti juga engga sadar di era globalisasi saat ini, mulai bermunculan karir atau profesi baru yang tidak kita kenal sebelumnya di era 1980 atau 1990, misalnya Social Media Strategist. Mereka punya kerjaan untuk terlibat dalam media sosial secara aktif dan konsisten, menawarkan bantuan secara cepat serta nasihat-nasihat kepada pelanggan dan prospeknya. Oleh karena itu mereka harus mampu mengidentifikasi secara akurat prospek yang lagi panas dan memberi mereka perhatian khusus. Jadi mereka berbeda dengan yang sudah disebutkan sebelumnya.

Mereka tidak hanya mengelola akun sosial media yang sudah ada saja. Tetapi terus menggali saluran media sosial yang belum dimanfaatkan, memastikan untuk tetap up-to-date dengan tren media sosial. Mereka yang bekerja dibidang ini selain harus punya ketrampilan komunikasi tertulis juga harus punya keterampilan multitasking untuk dapat mengelola berbagai kegiatan media sosial secara bersamaan. Kalau kamu punya gairah dan rasa ingin tahu yang besar untuk mengikuti topik-topik yang sedang trend atau panas di media-media sosial, kamu mungkin bisa cocok untuk mengambil jurusan yang berkaitan dengan bidang ini.

Rumus ketiga tentu saja kamu harus tau jurusan apa saja yang ada diperguruan tinggi, definisinya, penjabarannya dan ilmu apa saja yang bisa kamu dapat di jurusan tersebut. Dari situ kamu jadi punya gambaran kira-kira lapangan pekerjaan apa saja yang bisa kamu masuki setelah lulus kuliah nanti. Saat ini gampang banget kok kalau kamu mau cari info tentang jurusan-jurusan yang ada. Tinggal konek internet atau datang ke warnet dan tanya sama mbah Google.

Rumus terakhir dan yang paling penting adalah teguh kukuh berlapis baja. Maksudnya setelah dapet banyak informasi kamu harus yakin dengan pilihan kamu sendiri. Karena bisa saja kamu senang dengan ilmu yang didapatkan dijurusan yang kamu pilih sehingga kamu bisa lulus dengan nilai tinggi, tapi kamu belum tentu kamu senang dengan bidang pekerjaannya. Engga usah khawatir. Asal tahu saja kalau Jhon Grisham seorang sarjana hukum justru kaya raya bukan menjadi seorang pengacara akan tetapi karena punya hobi menulis justru ia menjadi seorang novelis yang karya-karyanya banyak menjadi best seller di seluruh dunia. Tentu saja novel-novel yang dikarangnya berkaitan dengan dunia hukum. So Go A Head aja lah.

http://www.magangindonesia.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s