Chef, film yang Sarat Pelajaran Marketing

Setelah membintangi film-film berdana besar seperti Trilogi Iron Man, The Avengers, dan Wolf of The Wall Street, Jon Favreau kembali hadir dengan menyutradarai film berjudul Chef. Film ini merupakan film keluarga yang sepanjang adegannya didominasi oleh pemandangan sajian makanan.

chef_2014_

Chef menceritakan sosok Carl Casper (Jon Favreau), seorang koki berbakat dari sebuah restoran mewah di Los Angeles. Suatu waktu, Carl mendapat tantangan dari seorang kritikus makanan paling dihormati di Los Angeles bernama Ramsey Michel (Olliver Platt).

Makanan Carl mendapatkan respons negatif dari Ramsey dan menjadi bulan-bulanan media sosial. Terlebih, ketika Carl menuliskan tweet menantang Ramsey di media sosial. Karir Carl pun hancur seketika setelah menjadi target bullying di media sosial. Tidak hanya itu, dia pun menghadapi masalah keuangan dan hubungannya dengan anak dan mantan istrinya pun bermasalah.

Pada dasarnya, Chef ini adalah film dengan jalan cerita yang sederhana ala-ala film bertemakan keluarga pada umumnya. Namun, ada dua hal yang menarik dari Chef. Pertama, Chef menghadirkan aktor dan aktris beken sebagai karakternya. Selain Jon Favreau, ada juga Sofia Vergara yang berperan sebagai mantan istri Carl. Ada juga Scarlett Johansson yang menjadi penerima tamu dalam restoran yang dikelola Carl, serta Robert Downey Jr berperan sebagai mantan suami dari istri Carl.

Kedua, film ini mengusung tema aktual dan dekat dengan keseharian masyarakat kontemporer, yakni penggunaan media sosial. Dalam banyak kasus, media sosial selain bisa menjadi media pertemanan, juga menjadi sarana bullying hebat bila salah menggunakannya.

Digital Marketing Melalui Media Sosial

Awalnya, Carl ditampilkan sebagai seseorang  yang “buta” tentang media sosial. Usai mendapat “kursus” media sosial dari anaknya yang berumur 10 tahun, akhirnya Carl membuka akun Twitter sendiri. Carl membalas kritik yang ditujukan kepadanya melalui Twitter. Dalam semalam, tweet Carl diretweet oleh puluhan ribu orang. Dan, aksi marah-marah Carl membuat dirinya menjadi bulan-bulanan para pengguna Twitter.

Selain itu, bila dilihat dari sisi pemasaran, Chef juga memberi banyak pelajaran bagaimana memanfaatkan media sosial untuk bisnis. Selain itu, Chef juga memberi pelajaran pentingnya PDB (Positioning, Differentiation, dan Brand) dalam membangun bisnis. Carl membangun reputasi bisnis Cuban sandwich-nya dengan dengan PDB tersebut.

Terkait diferensiasi, misalnya, Carl memilih menggunakan truk makanan berwarna kuning sebagai pembeda dari para pesaingnya. Secara konten, Carl menjual makanan sederhana berupa Cuban Sandwich di saat resto fine diningsedang menjamur. Sementara, dari sisi konteks, Carl memilih truk makanan dan menjajakannya dengan berkeliling. Sementara, promosinya digenjot dengan media sosial. Termasuk yang dilakukan oleh anaknya yang berumur 10 tahun tanpa sepengetahuan Carl. Hasilnya, truk makanan milik Carl menjadi sangat terkenal dari Miami, New Orleans, Texas, hingga California.

Kesimpulannya, film ini menjadi salah satu film yang layak ditonton bagi siapa saja yang ingin membangun bisnis dengan memanfaatkan media sosial sambil mencari hiburan. Tidak ada salahnya belajar pemasaran digital dari sebuah film keluarga. Nah!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s